Berita

Rabu, 16 September 2015

MENGEMBANGKAN TALENTA BAGI PELAYANAN YAKKUM

Pembuka bulan September 2015 ini Yayasan Kesehatan Kristen Untuk Umum (YAKKUM) kembali menggelar retret bagi Organ dan Pimpinan Unit YAKKUM. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (3-4/9) tersebut dilaksanakan di Magelang, tapatnya di Hotel Puri Asri dankeseluruhan dihadiri 63 orangpeserta.

Untuk mengantarkan para peserta memasuki retret, Pdt. Em. Bambang Sumbodo Sth., selaku anggota pengurus mengajak untuk berefleksi dalam ibadah pembuka. Ia mengambil dari Matius 25 : 14 -30 dengan nats pada ayat yang ke 21. Di sana dikatakan bahwa pada zaman Yesus talenta merupakan alat ukuran dan fungsinya lebih kearah alat tukar seperti uang di jaman sekarang. Pada masa itu talenta juga menjadisalah ukuran berat.  Satutalenta perak, juga mempunyai nilai tukar yang dapat dikatakan cukup banyak senhingga cukupjika dijadikan sebuah modal. Menurut Injil Matius 25 : 14 -30 tersebut, semua orang tentu mendapat talenta.

Dari sana Pdt. Em. Bambang mengutarakan pertanyaan reflektif, mengenai bagaimana cara mengembangkan dan memakai yang talenta yang dimiliki. Pendeta tersebut juga menyambaikan bahwa kritik yang membangun juga bagian dari talenta karena bukan untuk mencar kesalaha. Tetapi lebih pada dorongan dari dalam hati seseorang untuk membantu dan membangun. Mengembangkan talenta bagi pelayanan YAKKUM merupakan tantangan dankesempatan menuju hari yang cerah. Seperti dalam teks Kitab Suci yang berbunyi, “dan akan diberikan kepadamu tanggung jawab kepada perkara yang besar.” Perenungan itu diakhiri dengan ajakan untuk menyimak tanggung jawab dalam perkara besar yang sudah menanti di depan.

Melayani Tuhan Melalui YAKKUM

Melayani Tuhan Melalui YAKKUM merupakan judul sesi pembukan yang dibawakan oleh Ketua II Pembina YAKKUM, Bambang Subrandijo, Ph.Ddalam retret organ kali ini. Di sana para peserta diajak untuk melihat kembali hakikat pelayanan YAKKUM sebagai kepanjangan tangan pelayanan Gereja, baik secara organik (individu) maupun institusional.Disini yang dimaksud dengan Gereja adalah sinode  pendiri yaitu Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Tengah (GKI SW Jateng) serta pendukungnya, Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS). YAKKUM merupakan lanjutan darithe messianic ministry of Jesus pelayanan messianicYesus Kristus dalam menghadirkan damai sejahtera (syalom) yang konkrit bagi seluruh ciptaan.

Oleh bebab itu pelayanan YAKKUM ini dapat dikatakan sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Dalam ibadah memerlukan kesetiaan bagi pelakunya agar ibadah yang dilakukan dengan cara pelayanan itu senantiasa dirasakan oleh dunia. Dirasakan juga oleh sesama dan diri sendiri, khususnya bagi kemuliaan Allah sendiri. Sehingga perlu penataan pelayanan (penatalayanan) yang baik seperti kontekstual, membumi, dan terus berkembang.

Bambang Subrandijo menunjukkan bahwa pelayanan sebagai ibadah itu wujudnya adalah panggilan untuk bersaksi, melayani, bersekutu dan memperbarui kehidupan, menjadi berkat bagi banyak orang. Ada suatu dorongan dari dalam diri yang terus memanggil tiap orang di YAKKUm untuk suneidesis atau kesadaran akal budi berintrospeksi sehingga terus mengharap adanya kondisi lebih baik.Dengan demikian damai sejahtera (syalom) tidak berhanti pada sapaan, tetapi mampu diterjemahkan dalam kegiatan intramural, ekstramural, dan pendidikan YAKKUM.

Mengenal dan Mengembangkan Talenta Tuhan di YAKKUM

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Ketua I Pembina YAKKUM, Pdt. Dr. Daniel Susanto, Psi.,M.Th dengan judul “Mengenal Dan Mengembangkan Talenta Tuhan Di Yakkum.”Pada sesi ke dua sekaligus penutup hari pertama ini yang penjadi penekanan adalah keberagaman talenta yang Tuhan berikan kepada masing-masing individu, termasuk para personil yang bernaung dibawah payung YAKKUM. Oleh karenanya diperlukan penggunaan talenta agar tetap terasah dan dan terus berkembang.Keberagaman talenta yang ada bukan untuk dibandingkan tetapi untuk disyukuri karena memperlengkapi satu dengan lainnya.

Talenta yang ada dan dipunyai YAKKUM (yang ada pada masing-masing individu) merupakan titipan dari Tuhan. Bila sekarang YAKKUM memiliki 13 unit Rumah Sakit (RS), lima Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat atau UPKM (YEU, Rehabilitasi, CD Bethesda,YC, dan tiga Unit pendidikan). Kemudian dua unit usaha farmasi, Danapensiun (Dapen), konsorsium kedokteran, KY, BMKK, Yakkum Financial Program yang secara keseluruhanmemiliki SDM 4656 orang.Pada suatu saatnya nanti semua itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan yang memberi, yaitu Tuhan.

Dasarnya adalah Injil Matius 25:14-30 yang berisi perumaan tentang talenta. Di sini Tuhan Yesus hendak mengajarkan pemahaman mengenai penantian penggenapan Kerajaan Allah pada akhir jaman (Injil Matius pasal 24-25). Masa penatian itu dipergunakan untuk mengembangkan kelebihan (talenta) yang dimiliki oleh umat. Seperti teladan yang tersirat dalam Injil Matius 25:14-30 tersebut.Ketika talenta pemberian Tuhan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, bukan hal yang mustahil bila semakin hari makin ditambahkan. Berawal dari tanggungjawab yang kecil dan sederhana hingga yang luas dan kompleks.

Hambatan dalam Mengembangkan Talenta Tuhan di Yakkum dan Cara Mengatasinya

Di hari ke dua sesi satu, Direktur RS Panti Wilasa dr. Cipto, dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes menguraikan mengenai hambatan dalam mengembangkan talenta tuhan di yakkum dan cara mengatasinya. Ia membuka dengan diskusi dan menggunakan pendekatan apresiatif untuk menemukan solusi berkaitan dengan pengembangan talenta YAKKUM. Setidaknya para peserta diajak untuk sadar akan perlunya optimalisasi bakat dan seperti apa konteks lembaga yang dilayani.

Untuk melakukan optimalisasi bakat, dr. Daniel Budi mendorong agar individu yang hadir memetakan seperti apa potret pribadi mereka. YAKKUM sebagai lembaga memerlukan keuntungan atau profit guna kepentingansustain labilitas, capital efisiensi,dannon profit. Non profit disini bukan berarti tidak mengambil keuntungan sama sekali, tapi laba yang diperoleh dipakai untuk pengembangan talenta-talenta yang ada.

Potret pribadi diperlukan untuk memotivasi menjaga dan meningkatkan kinerja orang-orang yang ada di dalam YAKKUM. Bahkandorongan bahwa tiap insandi YAKKUM memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Selain itu juga untuk melihat situasi personal dan kecederungannya, sepertikeluarga, keuangan, aktivitas, jenis kepribadian, persepsi kerja, penerimaan diri, kemampuan berkomunikasi dan lainnya. Hal-hal tersebut memerlukan integrasi, khususnya dalam penerapan visi misi yang menjadi cita-cita YAKKUM.Intergari tersebut bermanfaat ketika secara eksternal, YAKKUM melakukan kontekstualisasi pengembangan talenta dari individu di dalamnya. Usulan kedepan mungkin baik ketika pengembangan talenta berbasis usia dapat terfasilitasi serta termasuk jugatalent scouting.

Komitmen

Sebagai penutup Retret Organ YAKKUM 2015 tersebut, sesi ke dua ini diisi dengan materi mengenai komitmen dan ditutup dengan kebaktian. Selaku anggota pembina YAKKUM, Pdt. Ir. Lithos Sitorus Pane, S.Th.,M.Simengajak untuk bersungguh-sungguh dengan janji pelayanan. Apa yang sudah diucapkandalam panggilan pelayanandimengerti dengan jelas. Benar-benar dilakukan dengan penuh komitmen dengan ciri berupa integritas atau kesesuaian antara yang diucap dan lakukan. Dalam konteks YAKKUM adalah komitmen pribadi atas panggilang pelayanan bersama organisasi.

Dalam berorganisasi, komitmen akan menolong dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan komitmen, seseorang dapat didorong untuk memiliki keinginan dan usaha keras memajukan organisasi.Tingkat pengenalan organisasi dapat ditingkatkan, perasaan terikat pada organisasi dorongan untuk tinggal bersamadan hadir untukkehadiran anggotaikut tergarap.Keyakinan bahwa ada tujuanyang ingin dicapai melalui lembaga makin bertumbuh. Dengan demikian keberhasilan dan kemajuan organisasi pun akan ikut mendapatkan perhatian.

Pdt.Lithosmenyampaikan bahwa komitmen mengandung tiga komponen, pertama adalah afektif atau adanya keterlibatan emosional (cinta) seseorang pada organisasi. Kemudian ke dua adalah continue atau persepsi seseorang atas biaya dan resiko jika dengan meninggalkan organisasi saat ini. Kemudian yang terakhir adalah komponen yang disebu normatif, yaitu sebuah dimensi moral yang didasarkan pada perasaan wajib dan tanggung jawab pada organisasi yang mempekerjakannya.

Harapan ke depan

Retret Organ tahun 2015 kali diharapkan mampu makin menolong para peserta bercermin pada gambaran kehidupan pelayanan dimanapun Tuhan menempatkan. Khususnya dengan menghitung dan mengenal talenta Tuhan yang dimiliki oleh YAKKUM. Mereka juga diharapkan saling berbagi pengenalan atas talenta yang diberikan Tuhan agar memahami panggilan hidupnya. Terutama makin termotivasu untuk mengembangkan talenta-talentaada di YAKKUM. Pada akhirnya harapannya peserta mampu mewujudnyatakan peningkatan talenta YAKKUM seperti yang dicita-citakan.

(SPS KY)