Renungan

Senin, 9 Juni 2014

 

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

I Petrus 5 : 2

 

Setiap tahunnya Yakkum mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sering pertambahan usia yang telah menginjak 63 tahun. Ini bukanlah perjalanan yang sebentar melainkan perjalanan panjang yang telah mengalami masa-masa pertumbuhan bersama Tuhan dan akan selalu dalam bersamaNya. Sebagai bagian dari keluarga besar Yakkum yang telah melayani hingga saat ini, tentunya juga mengalami masa-masa pertumbuhan bersama Yakkum dalam tuntunan Roh Kudus. Patut disyukuri pula atas kebersamaan yang boleh terwujud dalam setiap transformasi pelayanan yang dijalani untuk selalu memuliakan nama Tuhan, sehingga setiap bagian yang ada di dalamnya mampu merefleksikan karya pengabdiannya hingga 20 tahun atau 30 tahun masa kerja di Yakkum.

 

Peringatan pertambahan usia di Yakkum tahun ini hendak mengingatkan kembali akan fungsi dari setiap elemen yang ada mulai dari Organ Yakkum, Kantor Yakkum, PUK dan unit-unitnya. Sejalan dengan hal itu kita diajak bercermin dengan pewartaan yang dilakukan oleh Rasul Paulus kepada para penatua gereja di daerah Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia. Rasul Petrus mengingatkan kembali tentang makna penggembalaan yang sepatutnya dilakukan oleh para penatua gereja dalam hidup persekutuan. Akan tetapi, perintah menggembalakan tidak diperkhususkan bagi para penatua saja, melainkan bagi semua pelayan Kristus dengan memperhatikan hal-hal yang harus dihindari dalam pelayanan yakni rasa malas, keinginan akan mencari keuntungan dan nafsu untuk kekuasaan. 
Disamping itu, seorang gembala (pelayan kristen) mempunyai tanggungjawab untuk menjaga kawanan domba, karena kawanan domba itu merupakan milik Allah sehingga tidak diperkenankan untuk dikuasai sesukanya. Allah menghendaki agar mereka diperlakukan dengan kasih, kelembutan dan kesabaran. Selain dari pada itu, seorang gembala haruslah memelihara, memperhatikan dengan teliti kawanan dombanya agar tidak tertinggal. Hal ini sama dengan manusia, sebagai pelayan kristen mendapat tanggungjawab untuk menjaga agar sesama dan jemaatnya tidak berjalan sendiri jauh dari Allah. Pemahaman ini pun berlaku bahwa manusia berharga di mata Allah karena penebusan dosa yang Allah berikan kepada manusia, sehingga manusia perlu menjaga dirinya dari segala perbuatan yang jahat. 
Motivasi yang ditumbuhkan seorang gembala adalah pengabdian diri terhadap apa yang dikerjakan. Dalam melayani, tumbuhkanlah motivasi yang benar, bukan karena keuntungan materi yang akan diperoleh melainkan kepuasan dan pemaknaan terhadap apa yang sudah dikerjakan
Dengan demikian, bercermin dari apa yang dikatakan Rasul Petrus, maka setiap elemen yang berada di Yakkum hendaknya memiliki nilai seorang gembala. Setiap dari kita mempunyai tugas untuk menggembalakan. Gembalakanlah rekan kerja, stakeholder kita dengan terus berjaga-jaga agar mereka boleh terus merasakan dipuaskan dengan pelayanan yang kita berikan. Hendaknya pula bahwa setiap kita yang ada memotivasi diri dengan pengabdian diri serta bertindak untuk kepentingan bersama-sama, dan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan.